![]() |
| Pemilihan Rektor Unila 2027-2031 |
INILAMPUNGCOM - Sulit dibantah jika kegiatan penyampaian visi, misi, dan program kerja Bakal Calon Rektor (Bacarek) Universitas Lampung (Unila) periode 2027-2031, Rabu pagi, 28 Oktober 2026, di GSG Unila hanyalah sekadar panitia pemilihan memenuhi kewajiban melaksanakan tahapan semata.
Betapa tidak. Agenda penyampaian visi, misi, dan program kerja oleh keenam bakal calon rektor untuk membawa kemajuan bagi Unila dengan moderator Juwendra Asdiyansyah itu, waktunya sangat sedikit. Hanya 7 menit bagi setiap calon menyampaikan ide-ide cemerlangnya.
"Kalau cuma 7 menit buat satu calon rektor nyampein visi, misi, dan program kerjanya, ketara betul kegiatan itu hanya seremonial aja. Sekadar menuhi tahapan pemilihan rektor," ucap seorang dosen Unila yang keberatan dituliskan namanya saat dimintai komentar, Selasa malam, 27 Oktober 2026.
Menurutnya, dengan durasi waktu 7 menit bagi setiap calon menyampaikan idenya memajukan Unila, justru merendahkan martabat PTN tersebut.
"Unila ini jadi kayak bukan lembaga pendidikan tinggi bergengsi aja. Bagaimana mungkin menilai kualitas calon rektor hanya dalam waktu 7 menit. Apalagi acaranya dihadiri kalangan eksternal juga, baik dari pemerintahan maupun lembaga pendidikan tinggi lainnya," lanjut dia.
Jika mengacu pada rundown acara sosialisasi dan penyampaian visi, misi, dan program kerja Bacarek Unila, memang masing-masing calon hanya diberi waktu 7 menit saja.
Bahkan, pertanyaan yang diajukan audiens pun dibatasi hanya satu dengan durasi waktu 2 menit. Setiap termin dibatasi tiga penanya.
Tanggapan bacarek atas pertanyaan yang diajukan audiens hanya 3 menit. Dan untuk closing statement, masing-masing bacarek diberi waktu 1 menit.
Praktis, kegiatan penyampaian visi, misi, dan program kerja enam Bacarek Unila pada hari Rabu ini hanya dilangsungkan dalam waktu 2 jam 30 menit saja. Yaitu dimulai pukul 09.00 sampai 11.30 WIB. Itu juga sudah dengan foto bersama. (zal/inilampung)


