INILAMPUNGCOM - Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda masih terus mengeluarkan sebaran abu vulkanik. Statusnya pun tetap level III atau siaga. Namun, ke arah mana sebaran abunya tidak teridentifikasi karena tertutup awan.
Berdasarkan analisis citra RGB Himawari-9, Kamis pagi, 29 Oktober 2026, sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau tidak secara jelas terbaca arahnya. Hal itu karena tebalnya awan.
Sementara, wilayah Provinsi Lampung memasuki level waspada hujan. BMKG memperkirakan, setelah Rabu kemarin hujan turun pada sebagian besar wilayah Lampung, kejadian serupa kembali terjadi Jum'at besok, 30 Oktober 2026.
Lampung waspada hujan karena intensitas air yang turun dari langit mulai dari level sedang hingga lebat. Dan kemungkinan besar disertai angin kencang.
Bagi warga Lampung yang akan bepergian ke daerah di Pulau Sumatera maupun Jawa, untuk waspada. Mengingat sebagian besar wilayah tersebut juga akan diguyur hujan.
Belakangan, cuaca di wilayah Provinsi Lampung masih tidak menentu. Jum'at dinihari lalu, 23 Oktober 2026, beberapa daerah perbatasan Lampung Timur dan Lampung Selatan sempat diguyur hujan lebat.
Pun sebagian wilayah Sukabumi, Bandar Lampung. Namun tidak seluruh daerah Ibukota Provinsi Lampung ini dibasahi hujan.
Rabu siang, 28 Oktober 2026, sebagian besar wilayah Kota Bandar Lampung diguyur hujan lebat. Bahkan malam harinya disertai angin kencang.
Kamis, 29 Oktober 2026, cuaca mendung menyelimuti sebagian wilayah Provinsi Lampung. Hanya sesekali sinar matahari tampak, karena tebalnya awan yang menutupi.
Diprediksi petang hingga malam nanti, hujan dengan intensitas sedang dan lebat kembali mengguyur bumi Lampung. (zal/inilampung)

