![]() |
| Koran Sindo |
INILAMPUNGCOM --- Erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) di Selat Sunda, belum juga terhenti. Bahkan pada Selasa pagi, 8 September 2026, semburan abu vulkaniknya mencapai ketinggian 6.000 kaki atau 1,8 Km.
Menurut informasi yang didapat dari PVMBG, VAAC Darwin, dan analisis citra RGB Himawan-9, semburan abu vulkanik GAK tersebut bergerak ke arah Selatan - Barat Daya.
Yaitu ke wilayah Provinsi Banten bagian Barat Laut, Samudera Hindia bagian Barat Laut Banten. Dengan demikian, sebagian wilayah pesisir Provinsi Banten terdampak serius sebaran abu vulkanik pada hari Selasa ini.
Meski demikian, diperkirakan cuaca dan kekuatan angin semakin menurun sejak hari Selasa sampai Kamis, 10 September 2026. Jika pada hari ini cuaca cerah dengan kekuatan angin 33 Km/jam ke arah Tenggara, pada Rabu besok 30 Km/jam ke arah Timur, dan hari Kamis kekuatan angin 29 Km/jam juga ke arah Timur.
BMKG meminta masyarakat yang tinggal di pesisir Selat Sunda untuk tetap tenang dan waspada, mengikuti perkembangan dari sumber resmi, dan mengikuti arahan dari BMKG, PVMBG/Badan Geologi serta pemerintah setempat.
Sementara Pemprov Lampung telah memantapkan strategi menghadapi bencana. Senin malam, 7 September 2026, digelar rapat kesiapsiagaan bencana dipimpin Sekdaprov Marindo Kurniawan di Crisis Center Kantor BPBD Lampung.
Setidaknya 20 pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemprov Lampung hadir pada rapat siaga bencana itu. Yaitu para Asisten: Muhammad Firsada, Sulpakar, dan Mulyadi Irsan, Kepala Bappeda Anang Risgiyanto, Kepala BPKAD Mirza Irawan Dwi Atmaja, Kepala BKD Rendi Reswandi, Kepala BPBD Aswarodi, Kepala Dinsos Rudy Syawal Sugiarto, dan Kepala Diskominfotik Ganjar Jationo.
Selain itu hadir juga Kepala Dishub Bambang Sumbogo, Kepala DLH Riski Sofyan, Kepala Dinas Parekraf Tony Ferdinansyah, Kepala Dinas BMBK M. Taufiqullah, Kepala DKP Bani Ispriyanto, Kepala Disdikbud Thomas Amirico, dan Plt Kadiskes Djohan Luis.
Menurut prakiraan cuaca BMKG, pada hari Selasa, 7 September 2026, cuaca di wilayah yang sebelumnya terdampak abu vulkanik GAK secara umum cerah hingga berawan. Sementara arah angin dominan dari timur ke tenggara dengan kecepatan sekitar 31 - 37 Km/jam. (zal/inilampung)


