INILAMPUNGCOM --- Dalam rangka menyambung silaturahim dan memohon doa persiapan Konferensi Anak Cabang (Konferancab), Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Tegineneng, Pesawaran, melakukan kunjungan -sowan- ke Rais Syuriyah MWCNU Tegineneng Kiai Muqodam, di Desa Margorejo, beberapa hari lalu.
Kunjungan ini dilakukan dalam rangka agenda silaturahim sekaligus menyampaikan hajat yang akan dilaksanakan oleh PAC GP Ansor Tegineneng. Hadir dalam pertemuan itu Sekretaris Ansor Tegineneng, Elvi Suyanto, Kasatkoryon Banser Tegineneng, M Septo Wahidin, dan anggota Aji Syafi'i serta Tedy Pranoto.
Rais Syuriyah MWCNU Tegineneng, Kiai Muqodam, menyampaikan mengenai pentingnya regenerasi kepengurusan sebagai ikhtiar untuk memperbarui niat dan tekad dalam berkhidmah.
Menurutnya, pergantian kepengurusan merupakan momentum untuk menghadirkan semangat baru dalam mengabdi kepada jam’iyah Nahdlatul Ulama.
"Dengan adanya regenerasi, akan muncul semangat baru, gagasan segar, dan komitmen yang lebih kuat dalam menjaga serta mengembangkan organisasi," ungkapnya.
Pengasuh Pondok Pesantren Qomarul Hidayah Margorejo ini mengatakan, proses regenerasi harus dipandang sebagai bagian dari tradisi NU yang senantiasa menyiapkan kader untuk melanjutkan estafet perjuangan.
Lebih lanjut disampaikan bahwa regenerasi juga menjadi sarana untuk memperkuat loyalitas kader terhadap jam’iyah sekaligus memastikan keberlanjutan khidmah di tengah masyarakat.
"Kader yang lahir dari proses regenerasi harus siap melanjutkan perjuangan dengan penuh tanggung jawab," ucapnya.
Kiai Muqodam juga menyatakan kesiapannya apabila Konferencab akan dilaksanakan di Pondok Pesantren Qomarul Hidayah Margorejo. Ia bahkan akan mendukung segala kegiatan yang dilaksanakan ke depan sebagai komitmen terhadap keberlangsungan organisasi.
Sementara Sekretaris PAC Ansor Tegineneng, Elvi Suyanto, menilai bahwa kehadiran jajaran pengurus struktural NU dalam kegiatan silaturahim menjadi sebuah semangat baru bagi kader Ansor untuk kembali berkhidmah.
Menurutnya, dukungan moral dari para kiai dan pengurus NU merupakan energi penting yang mampu menghidupkan kembali ghirah perjuangan Ansor di tingkat akar rumput.
"Dukungan para kiai dan pengurus NU adalah motivasi besar agar kader Ansor tetap istiqamah dalam perjuangan," katanya.
Disampaikan, momentum silaturahim ini tidak hanya mempererat hubungan emosional, tetapi juga memperkuat komitmen organisasi dalam menyongsong Konferancab Ansor Tegineneng mendatang.
"Kami berharap silaturahim ini menjadi titik awal kebangkitan semangat khidmah Ansor Tegineneng," pungkasnya. (zal/inilampung)

