![]() |
| Pembakaran komplek Perusahaan PT Bumi Sentosa Abadi, Lampung Tengah (ist/inilampung) |
INILAMPUNGCOM - Kemarahan warga terhadap PT Bumi Sentosa Abadi (BSA), anak perusahaan kelompok usaha PT Bumi Waras atau Sungai Budi Group, di Kecamatan Anak Tuha, Lampung Tengah, yang pecah pada Rabu, 12 Agustus 2026, sekitar pukul 12.30 WIB, ternyata punya peristiwa sebelumnya.
Sebuah kisah kehidupan yang mengesankan adanya ketidakadilan. Menurut beberapa warga Kampung Anak Tuha, malam sebelum meletupnya aksi pembakaran terhadap berbagai fasilitas PT BSA yang berada di wilayah Kampung Gunungagung, Negara Bumi Aji, Negara Aji Baru dan Negara Aji Tua, warga mengamankan sebuah truk yang diketahui mengangkut hasil panen kelapa sawit.
Truk yang sarat muatan kelapa sawit berikut pengemudinya dibawa oleh warga ke PT BSA. Permintaan warga hanya satu: anak usaha PT Bumi Waras atau PT Sungai Budi Grup itu mau bertindak tegas dengan memberikan sanksi bagi pengemudi truk yang memuat hasil panen sawit milik perusahaan tersebut.
Alih-alih pihak perusahaan mau bersikap tegas, sekadar menyampaikan apresiasi atas kepedulian warga menjaga hasil panen sawit perusahaan pun tidak dilakukan.
"Itu permintaan warga, supaya yang mengambil kelapa sawit ditindak. Jangan warga yang hanya memungut brondolan saja yang langsung ditangkap. Mana adilnya," ujar Nur Rohman, warga Anak Tuha.
Menurut dia, warga merasa kecewa karena tidak mendapatkan kepastian terkait tindakan perusahaan terhadap persoalan tersebut. Sehingga warga emosi dan akhirnya membakar berbagai fasilitas perusahaan.
Nur Rohman menambahkan, sebelumnya ada kesepakatan antara warga dan PT BSA bahwa sama-sama tidak boleh memanen kelapa sawit. Namun, saat diketahui ada pelanggaran, pihak perusahaan justru diam.
Adanya aksi massa ini ditanggapi anggota DPRD Lampung Tengah, Khanafiah. Ia mengimbau seluruh pihak menahan diri agar situasi tidak semakin meluas dan segera kondusif.
"Kita berharap semua pihak bisa menahan diri, sehingga Lampung Tengah tetap kondusif," kata Khanafiah.
PT BSA diketahui menjalankan kegiatan perkebunan kelapa sawit dan tebu di wilayah Anak Tuha. Selama ini, pengamanan kawasan perusahaan melibatkan personel Polres Lampung Tengah, petugas keamanan perusahaan serta pengamanan swakarsa.
Namun, banyaknya warga yang datang membuat petugas tidak mampu membendung massa hingga akhirnya sejumlah fasilitas perusahaan dibakar. Hingga berita ini ditayangkan, aparat keamanan -Polri dan TNI- masih melakukan penjagaan di kawasan PT BSA untuk mengantisipasi bila mendadak situasi kembali memanas. (zal/inilampung)

