INILAMPUNGCOM --- Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Way Kambas, Lampung Timur, memacu Pemprov Lampung untuk segera mengambil langkah siaga.
Rabu pagi, 26 Agustus 2026, Pemprov Lampung menggelar rapat koordinasi (rakor) kesiapsiagaan bencana karhutla di Ruang Pusdalops BPBD Provinsi Lampung.
Menurut surat Sekdaprov Lampung Marindo Kurniawan, Nomor: 300.2.3/225/VI.08/2026 tanggal 25 Agustus 2026, rakor kesiapsiagaan bencana yang dipimpin Wagub Jihan Nurlela itu tidak hanya diikuti beberapa pimpinan OPD saja. Tetapi juga melibatkan pihak-pihak terkait. Diantaranya Asisten Operasi Kodam XXI/Radin Inten, Karo Ops Polda Lampung, Kepala Stasiun BMKG Radin Inten II, Kepala Balai TNWK, Kepala Balai TNBBS, Basarnas, pimpinan BBWS Mesuji-Sekampung, Kwarda Pramuka, dan Karang Taruna Provinsi Lampung.
Selain itu, juga mengikutsertakan setidaknya enam pimpinan perusahaan besar yang ada di Lampung, yaitu PT Gunung Madu, PT Gula Putih Mataram, PT Sweet Indo Lampung, PT Indolampung Perkasa, PT Sugar Labinta, dan pimpinan Pabrik Gula PTPN 7 Bunga Mayang.
Matangkan Rencana Aksi
Melalui rakor kesiapsiagaan bencana karhutla ini, Pemprov Lampung akan mematangkan rencana aksi lintas sektor guna mengantisipasi meletupnya bencana karhutla di wilayah provinsi ini.
Agenda rakor dimulai dengan pemaparan dan penyampaian laporan kondisi terkini oleh Kalak BPBD Provinsi Lampung Rudy Syawal Sugiarto, dilanjutkan prakiraan musim kemarau dan titik panas oleh Kepala Stasiun BMKG Radin Inten II, dan pemaparan kesiapsiagaan kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK) oleh Kepala Balai TNWK, serta pemaparan kesiapsiagaan kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) oleh Kepala Balai TNBBS.
Selepas itu, Wagub Jihan Nurlela menyampaikan arahan utama. Baru kemudian dilanjutkan dengan diskusi kesiapsiagaan instansi dan rencana aksi yang dipimpin Sekdaprov Marindo Kurniawan. (zal/inilampung)

