-->
Cari Berita

Breaking News

Mirza Launching Program Satu Desa Satu Sarjana dan Satu Hafidz Qur'an

Dibaca : 0
 
INILAMPUNG
Kamis, 27 Agustus 2026

Rahmat Mirzani Djausal (inilampung)

INILAMPUNGCOM ---  Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal meresmikan program Satu Desa Satu Sarjana dan Satu Desa Satu Hafidz Qur'an.

Menurut Agenda Harian Gubernur Lampung ini, acara launching program tersebut dilaksanakan di wilayah Lampung Timur, 27 Agustus 2026.

Pemprov Lampung --- di bawah kepemimpinan Gubernur Mirza dan Wakil Gubernur Jihan menegaskan paradigma baru pembangunan daerah dengan menempatkan manusia sebagai infrastruktur terpenting.

‎Tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, Pemprov Lampung kini memperkuat fondasi sumber daya manusia (SDM) melalui dua program strategis yang menyentuh masyarakat hingga tingkat desa, yakni Satu Desa Satu Sarjana STEM dan Satu Desa Satu Hafidz Qur’an.

‎Kebijakan tersebut melanjutkan komitmen Gubernur Mirza yang sebelumnya menghapus beban uang komite sekolah pada 2025. Kini, Pemprov Lampung memperluas intervensi dengan membuka akses pendidikan tinggi sekaligus menyiapkan generasi muda desa agar mampu menjadi penggerak pembangunan di daerahnya.

‎Melalui Program Satu Desa Satu Sarjana, Pemprov Lampung menyiapkan beasiswa bagi 2.500 putra-putri terbaik desa, khususnya anak petani dan keluarga kurang mampu, untuk melanjutkan pendidikan tinggi pada bidang Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM).

‎Program ini dirancang bukan sekadar sebagai bantuan pendidikan, tetapi sebagai strategi memperkuat kapasitas intelektual di tingkat desa.

‎Setiap desa diharapkan memiliki sumber daya manusia berpendidikan tinggi yang mampu menjadi motor inovasi sekaligus membantu menyelesaikan persoalan lokal, mulai dari teknologi pertanian hingga pengembangan ekonomi kerakyatan.

‎“Kita tidak ingin desa hanya menjadi penonton kemajuan. Kita ingin desa menjadi sumber inovasi itu sendiri. Jika satu desa memiliki satu sarjana STEM, maka desa itu akan memiliki kemampuan untuk menyelesaikan masalahnya sendiri, dari teknologi pertanian presisi hingga efisiensi ekonomi kerakyatan,” ujar Mirza sebagaimana dikutip dari rmollampung.id.

‎Menurutnya, peningkatan akses pendidikan tinggi menjadi bagian penting dalam memperkuat kualitas SDM.

‎“Lampung membutuhkan generasi muda yang memiliki kemampuan di bidang teknologi, mesin, industri, pertanian modern, serta berbagai keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan pembangunan. Karena itu pendidikan vokasi dan pendidikan berbasis keterampilan juga menjadi bagian penting dalam pengembangan SDM Lampung,” jelasnya.

‎Mirza menambahkan, pemerintah memiliki kewenangan dalam menyusun kebijakan dan membuka ruang pembangunan. Sementara perguruan tinggi berperan menghadirkan ilmu pengetahuan, riset, inovasi, dan SDM berkualitas.

Inovasi yang Perlu Didukung
‎Dukungan terhadap program tersebut juga datang dari kalangan akademisi. Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung (FKIP Unila), Dr. Albet Maydiantoro, MPd, menilai peningkatan kualitas SDM harus ditempuh melalui jalur pendidikan.

‎“Pak Gubernur memiliki program satu desa satu sarjana, merupakan sebuah terobosan dan inovasi yang perlu kita dukung oleh semua pihak, termasuk Insya Allah kami juga akan mendukung bagaimana menyiapkan lulusan dari setiap desa, dari SMA misalkan itu untuk bisa melanjutkan studi ke jenjang perguruan tinggi terutama pada program sarjana,” katanya.

‎Ia meyakini, keberlanjutan program tersebut akan memberikan dampak terhadap peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Lampung.

‎“Jangka panjangnya adalah IPM kita akan bisa tumbuh merangkak naik persentasenya, walaupun memang tidak semuanya dari unsur pendidikan, namun unsur pendidikan memegang peranan yang sangat penting,” ujarnya.

‎Penguatan SDM, menurut Mirza, tidak cukup hanya dengan kecerdasan intelektual. Pembangunan manusia juga harus diimbangi dengan penguatan karakter dan spiritualitas.

‎Atas dasar itu, Pemprov Lampung bersinergi dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Lampung melalui Program Satu Desa Satu Hafisz Qur’an.

‎Program tersebut memberikan beasiswa bagi generasi muda desa untuk menghafal Al-Qur’an. Pemprov Lampung berharap program ini mampu melahirkan generasi yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik dan teknologi, tetapi juga memiliki karakter serta landasan moral yang kuat.

‎“Di tangan para penghafal Al-Qur’an dan para sarjana STEM inilah masa depan Lampung dan Indonesia dipertaruhkan. Kita membangun manusia yang tidak hanya cerdas secara nalar, tetapi juga tangguh hatinya. Mereka akan kembali ke desanya untuk membawa keberkahan dan kemajuan,” kata Mirza.

‎Dua program tersebut menjadi bagian dari upaya Pemprov Lampung membangun ekosistem pembangunan yang inklusif dan berorientasi pada peningkatan kualitas manusia.

‎Pembangunan daerah tidak hanya diterjemahkan melalui jalan, jembatan maupun gedung, tetapi juga melalui investasi terhadap pendidikan, keterampilan, karakter dan daya saing masyarakat.

‎Pemprov Lampung pun mengajak orang tua, akademisi, tokoh agama dan seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mengawal pelaksanaan kedua program tersebut.

‎Dengan penguatan pendidikan berbasis STEM dan pembentukan generasi Qur’ani, Pemprov Lampung menargetkan lahirnya SDM berkualitas dari desa yang mampu menjadi penggerak kemajuan menuju Lampung yang semakin maju. (zal/inilampung)

LIPSUS