Oleh : Lamadi de Lamato |
Direktur Eksekutif Abuleke Institute
Peluncuran 10 buku Menteri Bahlil Lahadalia persis dengan ulang tahunnya yang setengah Abad di tanggal 7 Agustus 2026, mendapat apreseasi luas oleh publik. Selain apreseasi, ada juga cibiran dari nitizen terkait 10 karya Menteri asal Indonesia Timur tersebut.
Saya mencatat cibirannya seputar rasa iri dan dengki yang tetap ada apapun yg dilakukan seorang menteri Bahlil..hidup ini seperti logika filsafat ; selalu ada hukum bipolaritas dimanapun engkau berada..Atau like and dis like itu sunatullah.
Dari potongan pidato yang saya peroleh, menteri Bahlil bercerita tentang satu fase yang menarik saat ia pertama jadi menteri.. Apa itu? Menteri Bahlil ternyata sempat di "plonco" seperti seorang mahasiswa yang baru masuk sebuah kampus. Presiden ke 7 Jokowi tidak mau tahu, Bahli harus bisa melarang atau menyetop ekspor batu bara.
Sebuah perintah yang tidak boleh dibantah oleh seorang "junior" walaupun membingungkan .Maklum perintah itu tidak punya cantolan hukum serta bukan kewenangan badan investasi & BKPM yang baru ia pimpin.. Larang ekspor batu bara adalah domain kementerian ESDM.
Sebagaimana sebuah plonco, Bahlil mengesekusi perintah tersebut dengan cerdik & cerdas. Laki-laki mantan sopir angkot ini berkonsultasi dengan menteri Sekretaris negara, Pratiknyo dan beberapa menteri yang lain, sebelum ia mengeksekusi perintah Presiden ke 7 dengan cara yang sangat luar biasa. Apa eksekusi Bahlil waktu itu?
Mengumpulkan semua pengusaha tambang dan ekosistem lain yang terkait, lalu satu fase percobaan yang bernama plonco sukses ia lakukan.
Tidak ada lagi eksport batu bara sejak Bahlil pertama memimpin Badan Investasi dan BKPM, kendati tanpa payung hukum dan mengambil kewenangan kementerian ESDM. Jangan melihat hal ini dalam perspektif yang buruk, tapi lihatlah potret seorang Bahlil sebagai pribadi yang setia, loyal & bekerja penuh tanggung jawab.
Apakah kemampuan Bahlil ini muncul tiba-tiba 30 tahun lalu, Bahlil dengan fisik kurus dan pernah kena busung lapar, juga pernah di ploco senior berbadan kekar ketika ia pertama merantau dari kota Fak Fak di ibukota Jayapura.
Plonco itu lebih kasar dan dibawah ancaman dipukul, jika ia tidak nurut..Cerita baiknya kendati dibawa ancaman senior, Bahlil mampu menjawab tuntutan senior tersebut dengan segera..Dari cerita itu ternyata betul kata orang sejarah itu berulang..Kemampuan menjawab plonco dahulu, rupanya terulang kembali saat Bahlil yang fenomenal ini menginjakan kakinya sebagai tokoh besar dari Timur Indonesia.
Bahlil & Tradisi Intelektual
Apa kaitan kisah Bahlli diatas dengan tradisi Intelektual? Anak kampung dari keluarga sederhana itu di plonco pertama oleh senior-seniornya di HMI, sebuah organisasi yg kelak membawa Bahlil menggabungkan keberanian dan nilai Intelektual di HMI menjadi nafas perubahannya lebih terarah.
Dari organisasi HMI yang dikenal Bahlil jauh sebelum ia kuliah, mimpinya yang tidak tinggi-tinggi waktu kecil bertumbuh.. Sewaktu kecil, Bahlil hanya punya cita-cita sederhana jauh dari fakta hari ini.. Saat ini Bahlil bisa jadi menteri dan ketua umum partai Golkar. Sebuah prestasi sgt spektakuler utk seorang anak kampung seperti dirinya..
Dulunya Bahlil hanya ingin jadi tentara.Itupun mimpi jadi tentara ia pungut di terminal, bukan dibangku sekolah. Dengan jadi tentara, ia bisa melakukan balas "dendam positif" terhadap kekerasan yg dilakukan tentara padanya. Semua pengakuan lucu sekaligus gambaran betapa menjadi menteri seperti ia sandang hari ini, dulu tdk pernah terlintas di pikirannya. Jangankan bermimpi, terlintas pun tidak.
Masuk HMI, Bahlil seperti masuk dlm satu ruangan hijrah yang luar biasa..Anak kampung itu di poles oleh materi & kultur HMI yang sarat nuansa aktifisme & intelektualitas.
Saya jadi ingat kata almarhum Cak Nur, seorang cendekiawan muslim terkemuka, sekaligus pelatak dasar NDP HMI (Nilai2 Dasar HMI), bahwa masuk HMI, anda sama terhubung dengan jaringan nasional & internasional yg kuat..
Alumni HMI dikenal inklusif, modernis dan berpikir global ada dimana itu kata-kata sakti beliau.
Bagaimana dengan Bahlil? Begitu masuk HMI, streotipe anak kampung, katro dan tertinggal yang disandang menteri Bahlil perlahan hilang..Bahlil muda jadi suka menguprade diri di berbagai training HMI dari tingkat dasar hingga advance..Hasilnya? 30 tahun kemudian ia menjelma menjadi salah satu tokoh penting di negara ini.
Kado Untuk Sang Ayah
Dengan mata berkaca-kaca ingin menangis, Bahlil meluncurkan 10 buku di ulang tahun ke 50 nya..Sebuah usia pencapaian yg spektakuker dari kerja keras seorang mantan aktifis HMI yg kini menjadi menteri dan ketua umum Golkar.. Bahlil teringat betapa ayahnya sangat gelisah dengan nasib anaknya, sehingga tdk ada kata-kata selain rotan ditangan yg ia pegang dgn emosi bercampur sayang..
Rotan itu mungkin dilihat Bahlil sgt menyakitkan & hukuman, tp utk ayahnya, itulah cambuk agar anaknya tdk menyia nyiakan waktu dgn percuma dlm keseharian hidupnya..Dari rotan ayahnya itu, Bahlil pun berubah sbg anak "satu menit" bersama Tuhan. Kerja keras, jatuh bangun, diremehkan dll, tdk membuat Bahlil mundur..Ketika semua dilewati dgn manis serta sukses spt sekarang, Bahlil jd ingat ttg hikmah rotan ayahnya dulu.
Disinilah Bahlil ingin menangis bercampur bahagia krn ingatan terhadap ayahnya yg tdk sempat menyaksikan kesuksesan yg ia capai. Mknya 10 karya bukunya di momen paling bersejarah usia ke 50 nya, Bahlil secara khusus mempersembahkan karya tersebut utk ayahnya yg sdh berpulang cukup lama..
Semoga kado 10 buku dari Bahlil sebagai seorang anak yg msh hidup, ayahnya seperti mendapat kiriman doa yg mengalir tanpa putus di akhirat sana . Kata agama, doa anak yg mendoakan orang tua yg sdh wafat, bagaikan amal jariah tidak terputus..Semoga almarhum ayah Bahlil, yg tdk sempat melihat kesuksesan anaknya, selalu "dibanjiri" doa2 dari anak2nya yg sukses tanpa jedah. Aamin..
Penutup
Kalau ditanya, apa buktinya menteri Bahlil sbg seorang perawat tradisi Intelektualitas & aktifisme? Sdh pasti, 10 karya yg ia luncurkan di usia 50 thn kemarin, merupakan bukti bahwa identitas dirinya sbg kader HMI yg identik dgn menulis, diskusi & ( juga demonstran) tetap terjaga dgn baik..Buku adalah karya intelektualitas seseorang, yg dapat dibaca dan di wariskan dgn abadi pada mereka yg merasa perlu membaca dgn nalar kritis..
Sederhananya, menteri Bahlil kendati sdh di posisi yg elit, ia tetap menjaga tradisi Intelektual dlm kerja2 pengabdiannya sbg anak bangsa..Sementara sbg aktifis, ia sgt kritis dlm menjalankan kebijakan yg pro pada rakyat.. jika altifis terkenal di ranah eksternal; jalanan & civil socitey, Bahlil tetap kritis walaupun ia bagian dari kekuasaan .
Kebijaksanaan menghidupkan sumur tua milik rakyat, ia legalkan . Tambang yg hanya terfokus ke oligarki, ia ubah lebih demokratis. Jika dulu tambang identik dangan pengusaha kaya, terpusat dan segelintir orang, ia ubah jadi kepemilikan terbuka; koperasi, UKM, Ormas dll..
Kendati membawa semangat intelektualitas & aktifisme yg kuat di kabinet, Bahlil bukan tanpa kritik & caci maki dari publik..Tdk terhitung, ia sejak masuk kabinet Jokowi hingga Prabowo, cacian publik tdk pernah redah padanya..
Tp baginya semua itu resiko sbg seorang pejabat yg hrs memiliki telinga yg "tebal" atau tidakñdddddddddddddddddddddd tipis oleh kritik..Dari usia 50 yang baru Bahlil lewati, selain apreseasi, kita harapkan kisah menteri dari Timur ini menginspirasi anak-anak ⁸diseluruh Indonesia yang memiliki nasib serupa dgn masa kecilnya, utk terus belajar sepanjang hayat & berkontribusi nyata untuk bangsa dan negara..
Lamadi de Lamato
Direktur Eksekutif Abuleke Institute

