INILAMPUNGCOM - Pemerintah Kabupaten Lampung Barat (Pemkab Lambar) kembali menunjukkan keseriusannya dalam membangun daerah secara berkelanjutan dan tertata rapi. Hal ini terlihat dari Rapat Perencanaan Penataan Kota Liwa yang digelar di Ruang Rapat Pesagi, Kantor Bupati Lampung Barat, pada Selasa (10/2/2026) siang.
Rapat menyoal Kota Liwa nantinya itu dipimpin langsung oleh Bupati Parosil Mabsus didampingi Wabup Mad Hasnurin, serta dihadiri jajaran pejabat terkait, di antaranya para Asisten, Kepala Bappeda, Kepala Dinas PUPR, Kepala BPKAD, Kepala DLH, dan Kepala Dinas Perhubungan.
Dalam arahannya, Bupati Parosil menegaskan bahwa penataan Kota Liwa tidak hanya bertujuan mempercantik wajah ibukota kabupaten, namun juga harus mengedepankan konsep elegan, tertib, dan ramah lingkungan.
Menurutnya, perencanaan pembangunan Kota Liwa untuk tahun 2026 perlu dibahas dan disiapkan lebih awal. Hal ini penting, mengingat keterbatasan kemampuan anggaran daerah, sehingga setiap program yang direncanakan harus benar-benar matang dan tepat sasaran.
"Untuk pelaksanaan perencanaan pembangunan Kota Liwa tahun 2026, kita harus mendiskusikannya lebih awal. Saya berharap ruangan ini menjadi ruang diskusi bersama untuk menyampaikan masukan dan saran terkait rencana kegiatan tahun depan," ujar Parosil.
Selain penataan Kota Liwa, Parosil juga menekankan agar pembangunan infrastruktur jalan menjadi salah satu fokus utama pada tahun 2026, khususnya di Kecamatan Suoh dan Bandar Negeri Suoh.
"Saya berharap, pembangunan infrastruktur ruas jalan di Lampung Barat, terutama di Suoh dan Bandar Negeri Suoh, mulai dari jalan yang berlubang atau rusak bisa diupayakan kembali mulus. Intinya, harus ditangani bagaimanapun caranya," tegas dia.
Parosil mengingatkan, agar setiap perencanaan pembangunan harus berbasis data lapangan. Data tersebut dapat dirujuk dari hasil Musrenbang tingkat kecamatan tahun 2025–2026, sehingga program yang disusun benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Bupati juga menegaskan prinsip perencanaan yang selalu ia pegang, yakni mengutamakan kualitas daripada kuantitas pekerjaan.
"Prinsip saya dalam perencanaan penataan Kota Liwa, yang terpenting adalah menyelesaikan satu pekerjaan tapi tuntas, daripada lima pekerjaan namun hasilnya setengah-setengah," ungkapnya dengan wajah serius.
Melalui rapat ini, Pemkab Lambar berharap dokumen perencanaan penataan Kota Liwa dapat disusun secara matang dan terukur. Tidak hanya menjawab kebutuhan saat ini, tetapi juga mampu memberikan manfaat jangka panjang serta meningkatkan kenyamanan masyarakat. (zal/inilampung)


