-->
Cari Berita

Breaking News

In Memoriam Asleni: Bupati dan Wabup Lambar pun Berduka

Dibaca : 0
 
INILAMPUNG
Selasa, 10 Februari 2026



Oleh: Junaidi Jamsari 

 

"Kepergian Asleni, sosok pendamping suami yang tulus”


Cuaca pagi ini Selasa, 10 Februari 2026, mendadak mendung, seakan alam turut berduka atas kepergian Asleni binti Mukhlis, istri Lurah Way Mengaku, Balik Bukit, Lampung Barat. Kelurahan Way Mengaku yang jauh dari hiruk-pikuk kota, tetapi disinilah pusat pemerintahan berada. Kecamatan Balik Bukit yang dipimpin Camat Juremiyudi, membawahi 10 desa dan dua kelurahan; Kelurahan Pasar Liwa dan Way Mengaku.


Kematian sesuatu yang biasa – ayat Al-Qur'an (terdapat dalam QS. Ali 'Imran: 185, Al-Anbiya: 35, dan Al-'Ankabut: 57) yang berarti: "Setiap yang bernyawa akan merasakan mati."


Kematian, merupakan ketetapan Allah SWT. Tapi, kehilangan ini terasa begitu berat, terutama bagi Lurah Yusrin, suami yang selalu didampingi Asleni dalam setiap langkahnya.


Penulis pernah menjadi rekan kerja almarhumah pada tahun 2008, di Sekretariat DPRD Kabupaten Lampung Barat. Saat itu, almarhumah dan suaminya bekerja sebagai staf di kantor yang sama. Seiring waktu perjalanan sampai pula karier suaminya; “Lurah” sejak awal Januari 2022 – sampai sekarang. 


"Dengan kesedihan yang mendalam, atas nama pribadi dan Pemkab Lampung Barat, saya mengucapkan belasungkawa atas wafatnya Asleni binti Mukhlis, istri dari Lurah Way Mengaku, dalam usia 47 tahun," kata Bupati Parosil Mabsus, didampingi Wabup Mad Hasnurin.


Turut melayat, para asisten dan pimpinan perangkat daerah, para Camat, kepala bagian dan staf, sesaat sebelum jenazahnya dishalatkan.


Almarhumah dikenal sebagai sosok yang baik dan peduli dengan staf, masyarakat. Sebagai ASN (staf Dinas Kominfo), Asleni dengan senang hati mendampingi tugas suami sebagai lurah.


Bupati Parosil menyampaikan: "Bukti kerja ikhlas seorang pejabat, walaupun lurah, ditunjukkan dengan banyaknya para pelayat yang datang." Masjid Agung yang berukuran 20x20 meter persegi disesaki jamaah, termasuk sekitar 100 calon jamaah haji tahun 2026 yang sedang mengikuti bimbingan manasik, ikut menyolatkan jenazah.


Almarhumah tidak hanya seorang ibu dan pendamping suami, tetapi juga sosok yang aktif di berbagai kegiatan masyarakat. Sebagai kader Nahdlatul Ulama (NU) yang terlatih dan terdidik, almarhumah dikenal berpenampilan sederhana, mencerminkan kesederhanaan dan ketulusan hatinya.


Kini, almarhumah telah tiada, meninggalkan pertanyaan: "Siapa yang akan meneruskan perjuangannya?"


Semoga almarhumah diampuni dosa-dosanya dan ditempatkan di sisi Allah SWT. Amin. 


*Penulis berdomisili di Lampung Barat.

LIPSUS