-->
Cari Berita

Breaking News

Herman HN Dikabarkan Langsung Turun Tangan: Bahas Nasib TM di DPRD Pesawaran

Dibaca : 0
 
INILAMPUNG
Senin, 12 Januari 2026

 

Herman HN (ist/inilampung)

INILAMPUNGCOM - Senin (12/1/2026) ini dikabarkan DPW Partai NasDem Provinsi Lampung akan menggelar rapat khusus membahas nasib TM, kader partai di DPRD Pesawaran yang belakangan menjadi sorotan publik karena skandal cinta terlarangnya dengan seorang pemandu lagu alias LC.


Sumber inilampung.com Minggu (11/1/2026) malam menyatakan, meski tidak diagendakan secara resmi, namun Ketua DPW Partai NasDem Lampung, Herman HN, akan memimpin langsung rapat membahas persoalan TM berikut menentukan nasibnya ke depan.


"Infonya memang Pak Herman HN turun langsung. Karena masalah TM ini kan sudah jadi konsumsi publik, yang berdampak negatif bagi partai," ucap dia. 


Keseriusan DPW Partai NasDem Lampung untuk menuntaskan kasus terindikasi amoral yang melilit TM, juga disampaikan Fauzan Sibron.


"Iya, kami pantau kasusnya," kata Sekretaris DPW Partai NasDem Lampung itu Sabtu (10/1/2026) kemarin melalui pesan WhatsApp.


Sebelumnya diberitakan, karier politik TM -kader Partai NasDem- sebagai anggota DPRD Kabupaten Pesawaran kini terancam. 


Politisi muda berpendidikan terakhir Magister Kesehatan itu belakangan nama besarnya menjadi perbincangan publik akibat kepincut RM -wanita pemandu lagu- yang berujung kisah-kasih cinta terlarangnya dilaporkan ke Polda Lampung. Tampaknya akibat hal ini, ia akan terhempas dari panggung sebutan: Anggota Dewan yang Terhormat.


Sumber inilampung.com, Jum'at (9/1/2026) malam, menyatakan, TM yang berasal dari daerah pemilihan Way Lima, Kedondong, dan Way Khilau, besar kemungkinan akan mendapat sanksi pergantian antar waktu (PAW). 


"Kayaknya karier politik TM bakal habis gara-gara kasus asmaranya sama pemandu lagu itu. Karena urusan pribadinya jadi konsumsi publik dan mempermalukan nama partai," ucap sumber melalui telepon. 


Bukan hanya itu. Selama ini pembawaan TM juga disebut-sebut kurang bisa "nempatin diri" di lingkungan partainya. 


Sumber lain menambahkan, skandal cinta terlarang yang melibatkan TM telah diketahui para petinggi di DPP Partai NasDem. 


"Evaluasi atas kinerjanya sebagai Dewan segera dilakukan," kata dia.


Diketahui, meruyaknya kabar tidak sedap itu disikapi cepat oleh DPW Partai NasDem Provinsi Lampung.


Menurut penelusuran, Kamis (8/1/2026) siang hingga petang, TM ditemani istrinya datang ke kantor DPW NasDem Lampung di Jln. Ahmad Yani, Bandarlampung.


Dalam pertemuan dengan Wakil Ketua DPW NasDem Lampung, Rachmat Husein DC, TM bersikukuh jika ia tidak ada hubungan spesial dengan RM, yang "bernyanyi merdu" mengenai perselingkuhannya dengan oknum anggota DPRD Pesawaran tersebut.


Istri TM, begitu kata sumber, menegaskan kepada Rakhmat Husein DC sebagai "pemeriksa" bahwa dirinya tidak mempermasalahkan lagi skandal cinta suaminya dengan RM.


"Karena TM tetep keukeh kalau nggak ada hubungan spesial sama RM, Bang Rakhmat Husein sempet kesel," ucap sumber melalui telepon. 


Dikatakan, kasus yang melilit TM ini akan diputuskan oleh Ketua DPW Partai NasDem Lampung, Herman HN.


Sementara Rakhmat Husein DC yang dikonfirmasi Kamis (8/1/2026) malam, menampik jika dirinya memanggil TM untuk menjelaskan persoalan dugaan perselingkuhannya yang telah menjadi konsumsi publik.


"Belum ada panggilan-panggilan. Nggak ada juga permintaan klarifikasi," kata Rakhmat Husein melalui pesan WhatsApp.


Terlepas dari bantahan Rakhmat Husein, tampaknya TM akan mendapatkan sanksi berat dari partainya. Sumber inilampung.com di DPP Partai NasDem menyatakan kasus amoral yang mempermalukan nama partai berisiko pelakunya akan diberhentikan.


"Terima kasih informasinya. Kami di DPP tentu menunggu sikap tegas DPW Lampung sesuai arahan Ketua Umum Bang Surya Paloh terkait urusan perselingkuhan seperti ini," ucap salah satu fungsionaris DPP Partai NasDem, Kamis (8/1/2026) malam, melalui telepon.


Dikutip dari radarcybernusantara.id, kasus yang melilit kader NasDem di DPRD Pesawaran ini naik kepermukaan setelah RM yang mengaku selingkuhannya, melapor ke Polda Lampung terkait penelantaran dan intimidasi atau persekusi oleh TM beserta keluarganya.


RM mengaku, mempunyai hubungan asmara terlarang dengan TM atas bujuk rayu dan janji manis tentang jaminan hidup.


Dikisahkan, hubungan asmaranya dengan TM berawal dari permintaan kader NasDem itu agar dirinya berhenti bekerja sebagai LC dan akan dijamin kebutuhan hidupnya.


"Saya diminta berhenti kerja. Katanya semua kebutuhan hidup akan dia tanggung," ujar RM.


Bahkan untuk meyakinkan dirinya, TM yang juga berprofesi sebagai mantri desa tersebut pernah mengajaknya dalam kegiatan studi banding DPRD Pesawaran ke Jogyakarta pada akhir September 2025 lalu.


"Waktu studi banding ke Jogja, saya diajak. Tiga hari kami di sana, sudah seperti suami istri. Dari situ saya yakin dengan janji-janji dia," terang RM.


Namun, janji tinggal janji. Setelah RM berhenti bekerja dan kehilangan sumber penghasilan, janji tersebut tidak lagi ditepati. RM mengaku menerima bantuan keuangan sekadarnya saja dari TM. Hanya cukup untuk membayar cicilan motor dan kebutuhan lain, sebelum akhirnya komunikasi terputus total. 


RM juga menuturkan bahwa hubungan mereka awalnya berjalan baik, namun memburuk setelah pihak tempatnya bekerja mengetahui hubungan mereka dan menginformasikan ke istri TM.


Sejak itu, TM meminta RM bersabar dengan alasan ingin menenangkan keluarganya terlebih dahulu.


Puncak persoalan terjadi ketika RM mendatangi TM untuk menagih tanggung jawab. Alih-alih mendapat penyelesaian, RM mengaku justru mengalami intimidasi dan tekanan psikologis.


"Saya dijanjikan bertemu, tapi ternyata saya didatangi lima orang. Ada istrinya dan beberapa temannya. Saya dimaki, dihina, bahkan dipaksa menghapus foto dan video," ucap dia.


RM mengklaim memiliki bukti hubungan terlarangnya dengan TM, baik berupa foto maupun dokumentasi lain yang menggambarkan kebersamaan mereka. Termasuk saat menginap bersama di hotel, apartemen, dan kosan sejak bulan Agustus hingga September 2025.


Lalu apa tanggapan TM? Dikutip dari pangkalpinangpost.com, TM menyampaikan bahwa fokus utamanya adalah menyelesaikan persoalan rumah tangganya.


"Alhamdulillah, masalah dengan istri sudah selesai. Itu yang paling penting. Soal laporan, silakan ikuti proses hukum," ujar kader NasDem itu.


TM juga membantah tudingan RM, dan menyebut justru dirinya yang merasa terganggu karena diduga berulang kali dimintai uang. (zal/inilampung)

LIPSUS